Jelang akhir 2015, penjualan otomotif
secara nasional justru semakin terpuruk. Penjualan mobil diketahui
mengalami penurunan sebesar 18 persen untuk wholesales (pabrik ke diler) dan 15 persen untuk retailsales (diler ke konsumen).
Penurunan
penjualan mobil ini juga dirasakan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku
Agen Pemegang Merek (APM) Daihatsu di pasar tanah air. Penjualan
Daihatsu mengalami penurunan hingga 11 persen untuk wholesales dan 10 persen untuk retailsales.
Dari data yang ada, penjualan wholesales Daihatsu tercatat sebanyak 140.723 unit dan untuk retailsales terjual sebanyak 137.172 unit selama periode Januari hingga Oktober 2015.
Menurut
Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM), meski
mengalami penurunan, namun penjualan Daihatsu terbilang tak merosot
tajam. Menurutnya, hal itu karena masih adanya kepercayaan Sahabat
Daihatsu di seluruh Indonesia.
"Kami akan terus meningkatkan
kualitas produk serta layanan purna jual, agar dapat menjadi sahabat
terbaik bagi seluruh pengguna Daihatsu di Indonesia," ujar Amelia dalam
keterangan tertulis, Rabu, 11 November 2015.
Adapun selama Oktober 2015, wholesales Daihatsu
disumbangkan tiga kontributor utama yakni Gran Max, Xenia dan Ayla.
Untuk Gran Max penjualan mencapai 62.532 unit atau 44,4 persen yang
terdiri dari Gran Max Pick Up sebanyak 49.577 unit atau 35,2 persen dan
Gran Max Minibus 12.955 unit atau 9,2 persen.
Sementara di posisi
berikutnya, terdapat MPV (Multi Purpose Vehicle) Great New Xenia
sebanyak 31.262 unit atau 22,2 persen. Sedangkan Astra Daihatsu Ayla
meraih 28.783 unit dengan kontribusi 20,5 persen.
SUV Daihatsu
Terios menyumbang 11.374 unit atau 8,1 persen, Daihatsu New Luxio
sebanyak 3.411 unit atau 2,4 persen dan Sirion 3.348 unit atau 2,4
persen.
Rincian retailsales Daihatsu tidak berbeda jauh dengan wholesales, dengan penopang utama Gran Max, Ayla, dan Xenia. (ase)

